Kamis, 21 Agustus 2008

Visualisasikan Tujuan Hidup

Dalam sebuah manajemen apapun pasti dibuat sebuah “perencanaan”. Perencanaan dapat meminimalkan resiko atau ketidakpastian suatu tindakan. Dengan mengasumsikan kondisi tertentu di masa mendatang, dan menganilisis dari setiap tindakan, ketidakpastian dapat dikurangi, dan keberhasilan mempunyai probabilitas yang lebih besar. Dalam penelitianpun menyebutkan demikian, bahwa sebuah perusahaan yang menggunakan perencanaan formal mempunyai trend laba lebih tinggi dibanding yang tidak.

Bagaimana dengan pribadi kita? Apakah kita perlu merencanakan masa depan kita? Apakah kita perlu merencanakan karier, jodoh, harta benda yang akan kita miliki? Namun sebelum kita membuat perencanaan buat hidup kita, ada beberapa hambatan dari dalam diri kita yaitu sikap tidak percaya diri, keenganan untuk berubah, keengganan untuk menetapkan tujuannya sendiri, tidak bisa membuat tujuan. Menentukan tujuan hidup adalah salah satu bagian dari awal perencanan kita. Kita dapat membuat tujuan hidup. Sekali lagi, anda dan saya dapat membuat tujuan hidup.

Jack Nicklaus di dalam “Golf My Way”, menceritakan bahwa ia memvisualisasikan tujuan bola sebelum melakukan sebuah pukulan. Ia menciptakan gambaran ditail tentang bagaimana pukulan akan dilakukan, bagaimana arah bolanya, pantulannya, dan bagaimana rasanya sukses memasukkan bola tersebut

“Saya tidak pernah memukul bola golf, tanpa sebelumnya menciptakan gambaran yang sangat jelas dan terfokus pada pikiran Saya. Gambar di pikiran Saya tersebut sangat jelas, seperti pada televisi berwarna. Pertama-tama, Saya lihat dimana bola golf tersebut akan berhenti pada area hijau (green grass) tidak jauh dari lubang (hole). Kemudian gambar di kepala Saya tersebut berubah secara cepat dan Saya melihat bola tersebut menuju ketempat yang Saya inginkan tadi; jalurnya, trajektorinya, bentuknya, bahkan pantulan saat bola tersebut menyentuh area rumput hijau. Kemudian gambar tersebut memudar, dan tampil gambar berikutnya, yaitu gambar yang menunjukkan bagaimana Saya melakukan pukulan tertentu yang akan mewujudkan gambaran-gambaran sebelumnya menjadi kenyataan”

Dengan melatih tujuan anda yang merupakan bagian dalam perencanaan dengan memvisualisasikannya, Anda akan melihat bahwa gambaran diri Anda sampai pada akhirnya anda menyadari bahwa anda bisa melakukannya.

Selasa, 19 Agustus 2008

thinks smart

Ketika masih kecil, semua kita pasti ditanya oleh orang tua, orang lain, atau siapa saja, apa cita-citamu? Pasti di antara kita jawab, jadi presiden, dokter, tentara, polisi dan semua pekerjaan yang sekarang ini bisa dilihat langsung secara visual. Semasa kecil kita tidak pernah mempunyai bayangan untuk menjadi pengacara, wartawan, atau semua pekerjaan yang berhubungan dengan jasa. Dan, sungguh sangat menyesal karena adanya ekonomi misalnya seseorang tidak bisa menjadi dokter karena biaya sekolahnya mahal hal ini menimbulkan kekecewaan dan frustasi

Ketika itu kita tidak pernah disiapkan untuk menerima hal-hal yang disebut faktor "x" atau faktor yang tidak terduga yang menimbulkan hal negatif. Banyak temen-temen kita yang pintar di sekolahnya sekarang malah tidak bekerja, atau bekerja juga tapi tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Dan memang lapangan pekerjaan di bangsa kita, tidak sebanding dengan jumlah orang yang mau bekerja atau yang siap kerja.

Pernahkah anda di tanya, setelah lulus kuliah, sekolah atau apa saja mau bekerja dimana? atau mau bekerja sebagai apa? Biasanya kalau masih idealis (tahun-tahun pertama sampai ketiga setelah lulus), maka dengan semangat kita ingin kesana, kesini dsb. Namun kembali tragis menimpa kita, ternyata setelah kita kesampaian ke tempat kerja tersebut malah kena PHK. Atau impian kita tidak pernah kesampaian karena sebelum masuk kerja ada "uang siluman", pengalaman penulis ketika itu lulus ujian pertama di PLTU Semarang, ada "uang siluman" yang harus di setor. Akhirnya kandas juga saya pada waktu itu, karena orang tua saya tidak mempunyai "uang siluman" itu.

Saya tidak mengkredibilitaskan perusahaan tersebut diatas, ada juga instansi pemerintah yang terang-terangan minta uang siluman kepada setiap pendaftar antara 30-60 juta. Tanpa saya sebutkan apa instansi pemerintah itu, pasti saudara udah tau. Hidup memang kejam men!!!

Yang menarik adalah mengapa setiap lulusan-lulusan di berbagai universitas, atau sekolah-sekolah lain tidak ada yang di arahkan untuk menjadi wiraswasta/entreprenaurship. Inilah yang saya maksud the thinks smart be result the smart works. Hambatan pertama yang harus dihapadi adalah modal. Modal disini bisa saja uang untuk biaya set up, besar kecilnya tergantung dari rencana awal wiraswasta.

Di sekitar kita banyak kita temukan kios tempat penjualan pulsa nah ini bisnis yang dimulai dari modal kecil namun hasilnya bisa maksimal, ada juga rental komputer, rental PS2, rental warnet ini juga termasuk bisnis yang bisa dimulai dengan modal yang sedang. Kalau anda hobi masak, nah akan lebih baik tersalurkan jika anda mulai belajar buka warung nasi uduk kecil-kecilan, jika sudah cukup modal anda bisa menjadi warung makan dst. Jika anda hobi main musik, anda dapat menjadi pemain organ tunggal, pemain gitar, bikin grup band kemudian sering-seringlah mengikuti berbagai kompetisi.

Berbagai kreativitas dapat kita ciptakan apalagi kalau kita tekuni (fokus) maka masa depan dapat kita raih. Pertama kita harus bentuk mind set kita, melatihnya terus sehingga mencapai hasil yang baik, ingat pencipta lampu itu telah melakukan percobaan hampir 1000 kali. Yang kedua, rajin-rajinlah membaca berbagai buku ilmu pengetahuan. Belajar itu tidak pernah mengenal umur. Di negara barat ada sebuah kisah nyata, gara-gara seorang nenek yang berumur 60 tahun sudah tidak bisa mengangkat barang belanjaanya ia kemudian berlatih barbel di tempat fitnes sampai otot-ototnya terbentuk. Pelatihnya menganjurkan ia untuk mengikuti berbagai lomba binaraga, sampai akhirnya ia menjadi juara dunia. Yang ketiga, pompa jiwa anda dengan mengucapkan hal-hal yang positif, hal ini akan memacu motivasi anda. Jika anda biasa berkata, mati aku, sial, dan berbagai hal negatif maka hal itu akan membuat anda ada dalam lingkaran setan yang susah untuk membangkitkan jiwa anda.

Hidup anda sangat berharga, raihlah hidup anda, jangan di hancurkan oleh pikiran negatif, ubah dengan berpikir smart. Merdeka